Follower

Kamis, 02 Februari 2017

Kiyai Zabur dan Sendhi Emas


kiyai Zabur yang kerap disapa k. Junaidah (dinisbatkan pada nama anak sulung beliau Nyai Junaidah) ketawadhuan, dan kezuhudannya tidak asing lagi bagi warga Gapura Sumenep Madura. 

Suatu ketika isteri beliau meminta untuk dibelikan gelang kaki emas kepada kiyai Zabur, lantas beliau tidak langsung menjawabnya dengan kata-kata melainkan kiyai Zabur memukul sendhi (mdr) atau batu penyangga gentong (tempat air minum tradisional yang terbuat dari tanah liat / gerabah, biasanya disediakan disediakan di dalam dapur warga Masyarakat Madura dan disediakan dipinggir-pinggir jalan untuk umum, lumrahnya memakai sendhi sebagai penyangganya), secara tiba-tiba sendhi setelah dipukul berubah menjadi emas, istri kiyai pun kaget ketakutan karena hal itu di luar kebiasaan, dengan nada lembutnya sang kiyai menuturkan bahwa "saya lebih memilih kaya di akhirat ketimbang di dunia".
subhanallah
semoga barokah

K. ZABUR & KH. ABDUL BASITH didatangi Rasulullah SAW


Saya ingin mencoba mengulas kembali kisah KIYAI ZABUR & KH. ABDUL BASITH Rampet.

Suatu ketika dalam mimpinya K. Zabur kedatangan Rasulullah SAW, namun Rasul tidak lama di kediaman k. Zabur karena harus bertamu ke KH. Basith. "Ajunan kanjeng Nabi ma' kasusu bhàdhi alonggu dhà ka'dimma èpon?" (Bhs mdr),
Baginda Rasul kok buru- buru mau ke mana? tanya k. Zabur,
Rasul menjawab: "sengko' gi' nyepperra dhà' Basith" (bhs mdr)
Rasul menjawab: "saya masih mau menyambangi Basith".

Keesokan harinya k. Zabur menemui KH. Basith dan bertanya: "le' malemma dhika bada tamoyya gi?" (bhs mdr), 
"dik, semalam ada tamu gak?", KH. Basith menjawabnya dgn IYA.

(kisah hikmah ini saya dapatkan dari salah seorang santri K. ZABUR)

Kang Dedi Mulyadi: Sikap Pak Ahok kepada Pak Kiai Ma'ruf Amin memang kurang beradab


Sikap Pak Ahok kepada Pak Kiai Ma'ruf Amin memang kurang beradab, dan harus diselesaikan secara beradab secara tradisi kultur dan yuridis. 

Tetapi, menjadikan momentum ini untuk menarik NU dalam pusaran konflik Pilkada DKI Jakarta adalah sikap yang akan menghancurkan NU sebagai penjaga keutuhan bangsa.

Sebagai warga NU biasa, saya yakin kita bisa berfikir cerdas, mana penggorengan kita dan mana penggorengan orang lain. 

Maka tidak mungkin bagi kita untuk merendahkan martabat kaum nahdhiyyin sehingga mau digoreng oleh penggorengan orang lain.

K. Munif Zubairi: Marilah Kita Berpikir Rasional


Marilah kita berfikir rasional, dlm merespon berbagai problem yg kita hadapi, agar kondisi bangsa ini tdk semakin krusial. Kita jangan terjebak pd provokasi, yg ditebarkan oleh berbagai kelompok yg patah hati, krn gagal mengusung ideologi transnasional. 

Yang sangat disayangkan,  mereka masih tetap berkarakter padang pasir: keras, kasar, membabi buta, dan arogan. Seolah-olah hanyalah diri dan kelompoknya yg paling benar, sedangkan yg lain adalah salah, malah dianggap kafir, murtad, dan musyrik. 

Oleh karena itu, mereka tdk henti-hentinya mengangkat isu-isu yg sensitif dan krusial, utk memecah belah rakyat, bangsa, dan negara. Mereka menegaskan, bahwa PKI adalah bangkit, bumi Indonesia dikepung oleh para pekerja (komunis) Cina, istana presiden iblis, Jokowi PKI, menteri agama sesat, dan sebagainya.

Sy tdk habis fikir, mengapa mereka suka mengumbar provokasi, fitnah, kebencian, dan stigma-stigma yg lain ? Bukankah semua itu tdk pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ?

Aneh bin ajaib memang, orang-orang yg mengklaim beragama Islam, ternyata suka mengumbar provokasi, caci maki, kebencian, label kafir, dan semacamnya. Orang-orang yg seperti ini, diakui atau tdk, susah utk diingatkan. Mereka akan terus bergerak, utk menyebarkan ideologinya yg sarat dg nilai-nilai intoleran dan radikal.

(Copas dari akun fb Drs. K. A. Munif Zubairi)

Tradisi Kotekan Nubruk Kopi di Madura


Tradisi ini biasa dilakukan di Madura pada saat ada acara, seperti kematian, pernikahan, dan acara-acara lainnya, biasanya disediakan dan disuguhi minuman kopi tubruk. Nah, pada saat proses penubrukan kopi (penumbukan / penghalusan biji kopi) biasanya dilakukan sambil kotekan (kreasi bunyi berirama) video di atas ini terjadi di desa Gapura Barat kecamatan Gapura kabupaten Sumenep Jawa Timur.


Faizal Malik

Said Aqil: Ahok Akan Rugi Besar Berpolemik dengan KH Ma'ruf


itakitafuzu.com

JAKARTA - ‎Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan, sebagai petahana di Pilgub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan mengalami kerugian yang besar lantaran berkonflik dengan Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin di persidangan ke-8 dugaan penistaan agama yang menjeratnya pada Selasa 31 ‎Januari 2017 kemarin.
"Yang akan rugi Ahok sendiri. Rugi besar Ahok," ujar Said Aqil d‎i Kantor PBNU, Jalan Kramat, Salemba, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017)
Kendati demikian, ia memastikan bahwa KH Ma'ruf Amin telah memaafkan perkataan kasar Ahok meskipun sebelumnya mantan Bupati Belitung Timur itu ingin melaporkan ulama NU itu lantaran kesaksiannya dianggap bohong dalam persidangan.
"‎‎Tapi sudah saling memaafkan, Ahok meminta maaf dan kiayi menerima. Tapi tetap ruginya Ahok sendiri," jelas dia. ‎
Said Aqil menambahkan, bahwa PBNU belum bersedia apabila calon gubernur nomer urut dua itu ingin melakukan pertemuan dengan para kiyai di NU. Selain itu, ia juga memastikan bahwa Ahok juga belum melakukan permintaan pertemuan tersebut.
"Belum‎ ada," singkatnya.
(wal)